Dated Released : 17 March 2006
Quality : DvDrip -[Eng]-aXXo
Info : imdb.com/title/tt0434409
IMDb Rating : 8.2 (343,501 users)
Starring : Natalie Portman, Hugo Weaving, Stephen Rea
Genre : Action | Sci-Fi | Thriller

Ini
adalah salah satu film favorit saya sepanjang masa. Pertama kali saya
tonton pada tahun 2006, dan sejak itu sudah tidak terhitung berapa kali
saya menonton ulang film ini. V for Vendetta adalah sebuah film yang
diadopsi dari serial komik dengan judul yang sama karya Alan Moore dan
David Lloyd yang terbit tahun 1982. Film ini berkisah tentang usaha V,
seorang teroris yang mengenakan topeng Guy Fawkes dan jubah hitam, untuk
meruntuhkan pemerintah Inggris yang dikuasai oleh rezim totaliter
pimpinan High Chancellor Adam Sutler.
"People should not be afraid of their goverments. Goverments should be afraid of their people." - V
Fasisme v.s. Anarkisme. Barangkali itulah gambaran besar cerita V for
Vendetta. Dikisahkan, pada suatu masa Inggris mengalami kekacauan karena
teror virus yang menyerang tiga objek penting: sebuah sekolah, stasiun
kereta bawah tanah dan fasilitas PDAM kota. Virus menyebar luas, tidak
hanya di Inggris tapi hingga negara lain, menyebabkan kekacauan dan
kematian jutaan orang.
Pada saat itulah, muncul politisi konservatif
muda bernama Adam Sutler. Adam Sutler berasal dari Partai Nosefire yang
merupakan partai fasis, religius dan anti perbedaan. Sebelum serangan
virus, Partai Nosefire tidak memiliki kekuatan yang signifikan. Namun
berkat kepemilikan saham di Perusahaan Farmasi yang berhasil menemukan
antivirus, anggota partai ini menjadi super kaya. Secara mengejutkan
Partai Nosefire memenangkan pemilu.

Setahun
kemudian, pemerintahan Adam Sutler mengklaim telah berhasil menangkap
ekstrimis relijius penyebar virus. Demi mencegah tragedi serupa,
penangkapan besar-besaranpun dilakukan. Tidak hanya muslim, tapi semua
yang berbeda: homoseksual, lesbian, politisi oposisi, dan populasi lain
yang tidak diinginkan. Semua dengan alasan untuk memulihkan keamanan dan
ketertiban. Rakyat Inggris yang trauma dengan kekacauan, memilih untuk
diam dan patuh. Sejak saat itu, Inggris dipimpin oleh rezim totaliter.
Untuk melanggengkan kekuasaannya, Partai Nosefire memiliki pasukan intel
yang kejam bernama Fingerman, menyebar propaganda melalui saluran
British Television Networks (BTN), dan menyadap pembicaraan penduduk
Inggris.
Hingga akhirnya munculah V, sosok misterius yang mengenakan
jubah hitam dan topeng Guy Fawkes. Sosok V digambarkan sebagai sosok
yang mahir bermain pedang, pandai meracik bom, cerdas, menggemari
teater, seni, musik klasik dan buku-buku berkualitas. V juga sangat
cerdas dalam memilih kata-kata dalam dialognya.

Dalam
usahanya untuk mengakhiri kepatuhan total kepada Nosefire, pada tanggal
5 November malam V meledakkan Gedung the Old Bailey. Pemerintahan Adam
Sutler segera menayangkan berita bohong untuk menutupi insiden tersebut
melalui siaran BTN. Namun akhirnya usaha ini sia-sia karena V justru
berhasil membajak BTN dan menyiarkan siaran provokasinya.
"I know you
were afraid. Who wouldn't be? War, terror, disease. There were a myriad
of problems which conspired to corrupt your reason and rob you of your
common sense. Fear got the best of you, and in your panic you turned to
the now high chancellor, Adam Sutler. He promised you order, he promised
you peace, and all he demanded in return was your silent, obedient
consent." - V
Pada kesempatan itu, V juga mengumumkan rencananya untuk meledakkan Gedung Parlemen pada tanggal 5 November di tahun depan.
Menanggapi
siaran provokasi V, pemerintah Inggris mengeluarkan propaganda untuk
membantah ajakan V. Bahkan BTN memberitakan bahwa V telah tewas di
tangan polisi Inggris saat polisi menyerbu ke kantor BTN. Namun rakyat
Inggris tidak percaya begitu saja. Mereka mulai membicarakan V secara
sembunyi-sembunyi.
Cerita dibuat menarik dengan keberadaan Evey
Hammond, seorang karyawan di BTN yang pernah diselamatkan oleh V ketika
akan diperkosa oleh anggota Fingerman. Ia terpaksa bergabung dengan V
setelah secara refleks ia menyerang anggota polisi yang tengah
memojokkan V saat pembajakan BTN.

Pada
awalnya, Evey Hammond sempat ketakutan dan meragukan keputusannya untuk
mendukung V, namun berkat upaya "perkaderan" V, Evey Hammond berubah
menjadi pengikut loyalnya. Sosok Evey Hammond sepertinya sengaja
diciptakan untuk mewakili gambaran masyarakat awam di tengah proses
revolusi. Setiap orang pada awalnya takut kesewenang-wenangan penguasa.
Tapi jika terus menerus di tekan, pada akhirnya masyarakat akan
menemukan keberanian untuk melawan.
Sementara itu, V melakukan
serangkaian pembunuhan atas pemimpin-pemimpin penting Partai Nosefire.
Di sisi lain, efek siaran propaganda yang dilakukan V di BTN pada
tanggal 5 November makin meluas. Tindakan melawan pemerintah meningkat
drastis. Baju dan topeng yang dikenakan V juga beredar di kalangan
penduduk. Hingga akhirnya, setahun setelah siaran provokasinya di BTN,
pada tanggal yang sama V berhasil meledakkan Gedung Parlemen dan
mengakhiri pemerintahan Adam Sutler.
"The building is a
symbol, as is the act of destroying it.Symbols are given power by the
people.Alone a symbol is meaningless but with enough people blowing up a
building can change the world." - V
Film ini adalah film serius,
provikatif dan barangkali susah difahami kebanyakan orang. Saya pernah
sekali mencoba memutar film ini di kelas bahasa Inggris semasa saya
masih menjadi Instruktur Bahasa Inggris di SAC Pusat Pelatihan Bahasa
UMY. Pada menit ke 15, murid-murid saya protes dan memaksa saya untuk
mengganti dengan film lain.
Namun film ini amat menarik jika anda
menyukai hal-hal yang berbau politik dan konspirasi. Alur cerita yang
dibangun sangat mirip dengan cerita kemunculan dan keruntuhan
diktator-diktator di seluruh dunia. Bahkan film ini juga menginspirasi
para aktivis di dunia nyata. Topeng Guy Fawkes seperti yang dipakai V
muncul dan menjadi simbol di berbagai aksi protes melawan pemerintah di
seluruh dunia. (Guy Fawkes mask inspires Occupy protests around the
world)
V for Vendetta lebih dari film aksi super hero. Bagi saya V
for Vendetta adalah sebuah ide. Pengarang aslinya, Alan Moore,
sepertinya memang sengaja menulis kisah fiksi ini untuk menyampaikan ide
kebenaran, seperti yang diucapkan Evey Hammond dalam salah satu dialog
film:
"... artists use lies to tell the truth, while politicians use them to cover the truth up." - Evey Hammond
Silahkan LIhat Trailernya DISINI :
CLICK
DOWNLOAD FIlm DISINI :
CLICK
Sub Tittle Indonesia Click DISINI :
CLICK